Wednesday, September 25, 2019

Senyuman Penyemangat

Selamat pagi, siang, sore, malam semua! Pertama kenalan dulu ya, aku Safa dan partner kelompok aku namanya Tya. Kami berdua adalah mahasiswa dari Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Di postingan kali ini aku sama Tya mau berbagi cerita nih tentang beberapa kegiatan yang mungkin bisa memotivasi kita semua dalam berbuat kebaikan terutama membantu orang lain. Kegiatan ini merupakan salah satu dari tugas orientasi fakultas kami berdua. Semoga beberapa kegiatan yang dipaparkan disini bisa memotivasi dan bermanfaat buat kita semua, ya.

Disini kami akan memaparkan 5 kegiatan sesuai dengan apa yang kami lakukan di hari Minggu, tanggal 22 September 2019 kemarin. Untuk foto nanti menyusul ya.

Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah kami merencanakan akan memberi minuman kepada orang yang memang butuh dibantu dan bisa kami temukan di pinggir jalan, seperti tukang becak, tukang parkir, tukang rongsok, dan lain sebagainya. Mulailah kami membeli 2 gelas jus mangga yang akan kami berikan nanti kepada mereka. Tiba-tiba aku kepikiran nih, kenapa saat membayar nanti uangnya tidak dilebihkan saja? Hitung-hitung sedekah untuk penjual jusnya. Harga 1 gelas jus adalah 8 ribu, dan harga total untuk 2 gelas jus adalah 16 ribu. Aku memberi selembar uang 20 ribu untuk penjual jus itu tanpa meminta kembalian, dan Tya merekam kegiatanku itu. Disitu aku melihat ekspresi penjual jus senang dan aku merasa semangat untuk melanjutkan kegiatan ini.

Kegiatan kedua adalah giliran Tya yang memberi 1 gelas jus tadi kepada tukang becak yang kami temukan sedang istirahat di becaknya yang berada di pinggir jalan. Aku merekam kegiatan Tya tanpa membuat tukang becak itu tahu. Saat diberi minum, ekspresi yang aku tangkap dari tukang becak itu adalah senang, dan dia terus berterima kasih kepada Tya.

Kegiatan ketiga giliranku untuk memberi gelas jus terakhir pada tukang becak yang kebetulan sedang beristirahat juga di pinggir jalan raya yang menurutku lumayan terik cahaya mataharinya. Aku berjalan kearahnya dengan Tya yang telah siap merekam kegiatanku itu tanpa membuat tukang becak tersebut tahu. Aku menyodorkan gelas jus terakhir itu padanya dan merasa lega melihat senyumannya.

Kegiatan keempat kami memutuskan untuk membeli 2 bungkus nasi rames dan 2 plastik es teh manis untuk kami berikan lagi pada orang-orang di jalanan yang memang membutuhkan. Tak jauh dari warung nasi rames, kami menemukan tukang becak yang sedang beristirahat di dekat lampu merah. Kali ini giliran Tya yang memberikan makanan. Dapat aku lihat di kamera handphone bahwa tukang becak itu terus mengucap syukur dan terima kasih kepada Tya.

Kegiatan kelima atau yang terakhir kami berjalan lagi sambil mencari orang yang memang butuh dibantu. Tak lama kami menemukan tukang sol sepatu yang sedang duduk seorang diri sambil (mungkin) menunggu pelanggan. Aku memutuskan untuk memberi bungkus terakhir nasi rames dan es teh manis tadi kepadanya. Tya juga tak lupa merekam kegiatanku itu dari motor yang berada di seberang jalan.

Hikmah yang bisa diambil dari kegiatan ini adalah lihatlah kebawah dan bantulah mereka yang memang membutuhkan sesuai kemampuanmu. Disini aku juga ingin menekankan bahwa kami tak bermaksud untuk riya, tapi ini hanyalah sebagian contoh kecil dan kami harap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Jadi, ambil pelajaran baiknya saja ya, kawan.

Terimakasih, cukup sekian artikel yang bisa aku paparkan di blog ini. Terimakasih telah membaca. Oh ya, kalau kalian ada saran dan ada yang ingin ditanyakan silahkan komentar di kolom ya. Salam sejahtera untuk kita semua!